Selasa, 20 Desember 2011

Adab Dalam Sakit dan Pengobatan Menurut Sunnah

Sakit adalah merupakan ujian yang datang dari Allah SWT bagi semua hamba-Nya yang beriman. Secara global penyakit itu menyerang dua hal yaitu jasmani dan Rohani. Dan masing-masing penyakit ini membutuhkan penanganan (pengobatan) yang berbeda.

Firman Allah SWT.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ 57

Hai manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (Qs. Yunus 10: 57)

Dan yang akan kita bicarakan dibawah ini adalah masalah penyakit jasmani. Penyakit itu datang dengan izin Allah dan kita sakit karena taqdir Allah. Firman Allah SWT :
وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا عِنْدَنَا خَزَائِنُهُ وَمَا نُنَزِّلُهُ إِلَّا بِقَدَرٍ مَعْلُومٍ 21
Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya[1]; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu. (Qs. Al Hijr 15: 21)

Senin, 19 Desember 2011

Manfaat Minyak Zaitun

Nabi saw. telah berpesan agar kita mengkonsumsi dan memakai zaitun sebagai minyak. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, ada enam belas pakar kedokteran paling tersohor di dunia berkumpul di Roma pada tanggal 21 April 1997 M, untuk menerbitkan beberapa pengarahan dan keputusan bersama tentang tema “Minyak Zaitun dan Nutrisi Laut Putih Tengah”.

Dalam pernyataan tersebut, mereka menegaskan bahwa mengkonsumsi minyak zaitun bisa memberikan andil melindungi tubuh dari serangan penyakit jantung koroner, kenaikan kolesterol darah, kenaikan tekanan darah, serta sakit diabetes dan obesitas, di samping minyak zaitun juga berkhasiat mencegah terjadinya beberapa jenis kanker.

Minyak Zaitun Mengurangi Kolesterol Berbahaya
Berbagai riset membuktikan adanya fakta yang tidak menyi-sakan keraguan lagi, bahwa minyak zaitun menurunkan total kadar kolesterol dan kolesterol berbahaya, tanpa mengurangi kandungan kolesterol yang bermanfaat.

Senin, 05 Desember 2011

Rambu-Rambu Olahraga dalam Agama

Oleh : Ustadz Abu Ibrohim Muhammad Ali AM


Dunia olahraga adalah dunia yang penuh de­ngan sensasi dan menjadi hobi kebanyakan anak manusia. Islam-pun tidak melarangnya karena memang hukum asal olahraga adalah halal/di­bolehkan selama tidak disertai perkara- perkara yang terlarang. Hanya saja Islam telah meletak­kan rambu-rambu dan kaidah- kaidah olahraga secara umum agar tidak keluar dari garis syariat.

Oleh karenanya sangat penting untuk kita kaji masalah ini agar kita bisa mengetahui olah­raga/ lomba- lomba apakah yang dibolehkan dalam islam dan dilarang oleh Islam. Diantara kaidah- kaidah tersebut adalah[1] :

PERTAMA : UNTUK MENCARI RIDHO ALLAH

Setiap muslim harus selalu mencari ridho Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam setiap aktivitasnya. Dalam berolah­raga pun ridho Allah harus dijadikan tujuan, dan itulah tujuan diciptakannya manusia.

Allah  Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

Dan Aku tidak inenciptakan jin dari manusia melain­kan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (QS. adz-­Dzariyat [51] : 56)

Termasuk kesalahpahaman sebagian orang yang mengatakan bahwa ibadah hanya sholat, zakat, dan semisalnya, sedang olahraga tidak ada sangkut pautnya dengan ibadah (agama). Padahal, Islam menjadikan perkara-perkara mubah sebagai ibadah yang berpahala, seperti tersenyum kepada sesama muslim[2], seorang suami mengumpuli istrinya[3], seorang suami memberi makan istri[4], seorang yang menanam benih[5], dan semisalnya.

Olahraga yang dilakukan seorang muslim tidak akan sia-sia bahkan berbuah pahala jika diniatkan untuk mencari pahala dari Allah dan untuk kemaslahatan dirinya, agamanya, dan kaum muslimin secara umum. Akan tetapi, jika tidak diniatkan demikian, maka akan menjadi bumerang baginya dan dia akan sulit melepas­kannya.